Minggu, 20 Februari 2022

Rusa jantan dan Harimau Betina

 Pada masa Nabi Nuh Ada kisah benih cinta dari ciptaan nya sang Maha Penyayang, jika cinta sudah menghampiri sudah tentu Cinta tidak melihat Rupa melainkan Menginginkan Makna.

Dulu Sebelum air tsunami yang amat dahsyat menenggalamkan Bumi untuk membenarkan Dakwah dari Nabi Nuh , Raja Hutan diperintah-kan Oleh Nuh As, untuk mengumpulkan hewan-hewan untuk mengungsi di sebuah kapal yang besar yang di buat oleh nabi Nuh As, raja hutan di perintah-kan untuk tidak saling memakan pada kaum pemakan tumbuhan , lalu kaum pemakan daging tentu menahan lapar di atas perahu besar Nabi Nuh as. 

Hingga air yang di janjikan oleh Tuhan Nabi Nuh as, Tiba semua hewan daratan kini menaiki kapal nabi nuh as. Hewan hewan kini berkumpul dengan damai walaupun yang tentram ialah si pemakan tumbuhan namun tidak tentram pula untuk perut si pemakan daging , di dalam kapal sana seharus nya pemakan daging hanya berkumpul dengan kawanan nya baik harimau dan keluarga nya maupun rusa dan kawanan nya , 

Perahu nabi nuh pun menyusuri beberapa daratan yang berubah menjadi air berupa seperti samudera terbentang luas , membelah malam dan pagi di atas kapal yang terombang-ambing , ternyata di atas kapal turun karunia cinta terhadap Rusa Jantan yang memperhatikan Harimau betina yang sedang menahan lapar akan haus darah dan daging . 

Sang Rusa keluar dari kawanan nya dan menghampiri Harimau sambil menggoda si harimau dengan cara berjalan depan kawanan harimau , tatapan harimau betina seolah olah ingin memangsa nya namun sang raja rimba melarang untuk memakan kawanan herbivora hingga air surut dan tanah menyiapkan kuburan untuk herbivora . 

Rusa masih menggoda sang harimau betina dengan berjalan di depan harimau , rusa seraya berkata , " hey Ratu Rimba yang sedang kelaparan , coba makan aku jika engkau mampu ." Harimau hanya menatap dengan insting membunuh yang kuat , hingga ejekan ke dua si rusa berkata lagi , temui aku di belakang kapal dengan rasa lapar-mu , akhir nya harimau pun keluar dari kawanan nya untuk menghampiri si Rusa jantan bukan berbincang melainkan untuk memakan nya tanpa sepengetahuan hewan hewan yanga di kapal , setiba nya di bagian belakang kapal , ternyata sang Rusa menunggu kehadiran Harimau untuk di terkam , si rusa ternyata sudah jatuh dengan tatapan harimau yang penuh rasa ingin membunuh namun rusa melihat nya dengan ke indahan paras si harimau , jika cinta sudah menghampiri-mu menyerah lah kau tidak akan pernah menang saat melawan cinta , jiwa bodoh mana yang menolak untuk dicintai mungkin hanya raga yang pura pura ingin menolak , 

Harimau Betina pun tiba di hadapan sang Rusa , harimau berkata bersiaplah aku akan melahap-mu lalu membuang kepala-mu di gemerlap malam yang mencekam ini , lalu si rusa mendekat kepada harimau seraya berkata " makan-lah aku perlahan nikmati lah aku dengan rasa bangga , cium lah darah ini dengan penuh kasih " lalu si rusa mendekatkan leher nya di dekat mulut sang harimau , belum saja harimau melahap nya ternyata jiwa harimau ikut bergetar akan ucapan sang Rusa dengan rasa kikuk sang harimau hanya terdiam sambil mendongak-kan kepala nya ke langit dan melihat saksi saksi yang berterbangan , harimau menutupi rasa lapar nya seraya berkata kamu beruntung duhai rusa aku tidak jadi menikam-mu sebab burung-burung sedang menyaksikan kita di langit , sambil menjilat leher sang rusa dan berkata mungkin lain waktu . Harimau meninggal-kan rusa untuk kembali ke kawanan nya padahal jelas sudah si harimau tak akan mampu melahap rusa yang meluapkan kepasrahan nya karena syair sang rusa membuat jiwa Harimau ikut tertunduk , bukan karena burung burung menyaksikan si harimau tidak jadi memakan si rusa melainkan harimau ikut tersipu saat cinta menundukan jiwa sang pemakan daging , lalu sang rusa membalas auman si harimau dengan berkata " tatapan mu begitu tajam namun bukan untuk membunuh melainkan membina kisah cinta dengan-ku.  " Harimau hanya menengok lalu berlari menuju kawanan nya dengan perasaan aneh yang di alami nya , 

Pagi tiba setelah pertemuan malam tadi antara rusa dan harimau yang ikut membelah malam mencekam berubah menjadi perasaan mencintai , jika Rahmat maha pengasih turun ke bumi tentu sang maha cinta tidak pernah memilih" dalam urusan cinta , baik itu kristen , buddha maupun islam . 

Kini sang rusa benar benak mabuk oleh asmara , setiap kepala sang rusa menghadap ke setiap sudut arah dia hanya melihat paras dari mata Harimau , lalu sang rusa bergegas untuk menghampiri si harimau dan kawanan harimau pun mulai jengkel akan kehadiran si rusa yang seolah-olah membuat kawanan binatang buas itu seperti di injak harga diri Harimau , kepala kawanan tersebut memerintah-kan kepada kawanan nya untuk melahap si rusa jika mukjizat Tuhan telah usai dan menargetkan kepala rusa untuk di buru.  

Harimau betina pun menghampiri si rusa seraya berkata , bukan kah kau sudah mendengarkan apa kata pemimpin kawanan ku Harimau , pergilah menjauh aku adalah harimau yang suatu saat akan menerkam mu di kala tidur maupun saat engkau tersadar , si rusa pun menjawab tentu duhai calon pemangsa-ku aku memilih-mu untuk melahap-ku entah kapan itu akan ku tunggu tiada hewan buas lain yang mampu melahap ku melainkan engkau Harimau Yang membuat aku jatuh cinta terhadap pemburu , aku hanya rela di buru oleh engkau saja duhai harimau dengan corak yang cantik itu,

Sekali lagi harimau betina terdiam oleh perkataan yang di sampaikan dari Rusa , si harimau menyadari nya ketika ke pasrahan sang rusa dan hanya memilih harimau yang terpilih untuk melahap nya , namun tidak

 sampai situ saja si harimau menanggapi -nya ternyata ada benih cinta yang tersulut oleh rusa pejantan untuk si harimau betina , Bahtera kapal selama 150 hari hari hari Rusa dan Harimau ternyata bukan hanya di mabuk laut melainkan di mabuk asmara dua insan yang berbeda , setelah kapal terombang-ambing dan melewati beberapa gunung yang tinggi hingga berlabuh di bukit Jud , diperhentian itu hewan-hewan kini telah turun dari bahtera untuk melakukan kegiatan nya sebagaimana hewan , memangsa atau di mangsa , bertelur maupun beranak dan mati.

Rusa dan harimau masih berbincang hingga air surut dan menuruni kapal mereka belum kembali pada kawanan nya masing-masing , mereka terus berbincang hingga Rusa menyatakan rasa ingin mati dalam terkaman si harimau karena besar cinta nya , Rusa berkata " terkam lah aku duhai harimau yang lapar , darah-ku memerah karena semangat ingin dimakan lalu lahap-lah sampai habis hati-ku jangan engkau muntah-kan sebagaimana pengurbanan kasih sayang ini sudah menyatu dengan-mu , jika sudah menyatu tentu apa yang engkau saksian aku turut menyaksikan , apa yang engkau dengar aku turut mendengar-kan nya dan Apa yang kamu Rasa tentu itu akan lebih melekat dengan-ku , aku sudah tiada melainkan hanya ada kamu di setiap moment nya aku selalu bersamamu dan aku akan menjaga-mu , bangkai-ku mungkin menghilang tapi bintang bintang akan semakin menerangi tiap malam-mu untuk berburu , jadi lahap lah aku di kesepian supaya aku bisa mati dalam rasa penuh bangga akan cinta." Kata si rusa untuk harimau , 

Harimau seraya berkata , baik-lah ikuti aku ke menuju kesepian supaya aku bisa menikmati-mu duhai Rusa Jantan , sungguh darah-mu tidak akan menetes pada tanah saat aku menerkam-mu sebab darah-mu akan ku minum sampai habis sebagaimana pengurbanan-mu begitu mulia untuk aku yang ada di puncak rantai makanan , lalu tulang belulang-mu akan menjadi daratan ku berpijak , tidur dan enggan berpisah dengan bangkai-mu hingga aku mati kelaparan bersama bangkai-mu dan kita akan sama sama dalam wujud berbeda dan memohon pada yang maha kuasa untuk tetap menyatukan kita duhai Rusa ....

Jumat, 28 Januari 2022

Aku takut jika engkau takut

 " Mendekat-Lah bunga-ku jangan menjauh dan jangan lah ragu untuk kembali kepada-ku berhenti lah untuk takut akan sifat manusiawi ini , jangan takut untuk mendekap padaku jika engkau menunjukan ekspresi ketakutan-mu ternyata aku yang lebih takut akan ke-ngerian ini , perlahan aku menjauh semakin jelas juga raut senyum bibir-mu semakin aku tidak terlihat semakin menjadi pula senyum anggun-mu , hingga tiba waktu nya aku hilang dan asmara tidak lagi membuat-mu trauma melainkan engkau akan mencari-ku dalam wujud yang baru atau mungkin aku yang kembali dengan sifat yang baru , lalu mendekat kembali-lah kekasihku . "

Sungguh aku milik nya dan hanya kepada nya aku kembali

 " Menangis-lah entah itu sedih maupun bahagia sebab ada yang tersentuh dalam diri-ku yang nurani ini , bahagia hingga terharu lalu meneteskan air mata dan bersedih terseduh hingga air mata tak terbendung lagi , lalu apakah bahagia yang membuat mata ini mendung atau sedih yang menaklukan mata ini hingga wajah dipenuhi tetesan air mata , aku rasa bukan karena 2 hal tersebut melainkan qalbu sedang tersentuh akan rindu nya berbahagia nya bersama Yang Meniupkan ruh ini pada raga , dan bersedih setelah Ruh ini menetapi raga karena ingin kembali kepadanya yang menghidup-kan lalu memati-kan setelah suci maupun ke'adaan hina , baik hina saat mati engkau masih di beri api penyucian agar engkau benar benar pulang , maupun suci supaya engkau menyatu dan hilang hingga cuma ada sang maha cinta . "

QS. Al-Baqarah Ayat 156

Sabtu, 22 Januari 2022

1 hawa bersaing 1000 bidadari

 " Sungguh aku menolak menikahi setiap bidadari surga saat usai mendapati pedih nya siksa neraka, sebab aku di beri penglihatan Maha Pengasih sebagaimana Tuhan Maha Melihat tentu yang aku lihat ini bukan semata-mata tipu daya duniawi melainkan dewi asmara telah menyatu dengan putri hawa yang membuat hati ini enggan jatuh cinta melainkan ingin mendirikan Cinta bersama putri hawa, sungguh aku menolak tawaran seribu bidadari untuk keperawanan-nya sebab hati ini sudah di rantai oleh putri hawa yang melahirkan cinta tentu juga membuat mata ini terpesona dan setiap kedipan mata ini adalah bukti semakin bertambah menjadi-jadi pula mabuk asmara ini. "

Bunga dan kumbang

" Aku menyaksikan Tuhan menciptakan Bunga beserta takdir-nya, lalu aku Menyaksikan Tuhan menciptakan Kumbang Beserta takdir-nya, namun ada yang berbeda dari kisah bunga dan kumbang satu ini, kumbang telah menggapai takdir nya untuk mendapati madu dari si Bunga yang di takdir-kan menggoda kumbang yang sudah ada di skenario yang ia dapati dari Tuhan, kumbang enggan pergi setelah mendapati manis nya madu Bunga, sebab kumbang sudah jatuh dalam dekapan cinta akan indah Nya bunga, dan Bunga pun enggan berpisah oleh si kumbang, karena bunga juga sudah dimabuk oleh kumbang yang memberikan serbuk sari kasih sayang terhadap si Bunga, ah aku iri pada kisah 2 insan yang berbeda namun kembali pada cinta yang sama bagaimana aku bisa iri, sebab si bunga enggan memberikan manis madu nya kepada kumbang lain dan bukan yang di maksud, melainkan hanya memberikan manis nya terhadap takdir-nya yaitu kumbang yang dimaksud, lalu si kumbang tidak mencapai si bunga sebagaimana mestinya tetapi si kumbang memilih tetap hinggap bersama si Bunga takdirnya, hingga tiba saat nya Bunga layu dan tidak memberikan manis madu-nya lalu mati karena tidak ada serbuk sari dari si kumbang, dan si kumbang menyusul kematian si bunga karena si kumbang tidak lagi mendapati manis madu-nya si bunga, namun kedua insan yang berbeda ini tetap berbahagia karena telah terkubur dalam satu liang kubur bersama akar bunga dan menjadi benih baru untuk kehidupan selanjutnya, ah bunga dan kumbang begitu perih namun jelas berujung kebahagiaan. Bunga kumbang. "

Bumi penuh cinta

 " kekasihku aku bukan-lah Mentari yang menyapa dan memberi-mu semangat dikala terbit pagi memberikan-mu pijar, aku bukan-lah Rembulan Yang meliputi gelap malam-mu di kala engkau terlelap dan bermimpi, Aku adalah Bumi yang membuat-mu berpijak dan Bersujud, aku adalah Bumi yang mampu membuat-mu menari-nari di atas wajah-ku, aku adalah Bumi Yang memeluk-mu dikala engkau bersandar, Dan Aku-lah Bumi yang mengubur-mu dan menikmati jasad-mu supaya tetap anggun walau tanah-ku menyelimuti-mu engkau tetap Rahayu sebab engkau lah wujud Bahagia-ku duhai kekasihku. "

Jumat, 21 Januari 2022

Figuran untuk peran utama

 " Duhai pecinta jangan pernah kalah oleh gundah di panggung sandiwara dunia, percayalah doa dan usaha mampu membuat semesta takluk pada diri-mu duhai pecinta, jangan berproses untuk apa namun proses itu untuk siapa , jika untuk apa sungguh engkau masih mencari jawaban itu tetapi jika untuk siapa tentu sudah jelas engkau sudah punya jawaban-Nya untuk siapa proses dan hasil itu, mati-kan angan-angan lalu hidupilah cita-cita setinggi-tinggi mungkin hingga suara figuran protagonis tidak terdengar karena engkau sudah berada di arsy , doa adalah sayap sayap si Figuran lalu usaha adalah kekuatan si peran utama. "